Pages

Senin, 11 Juli 2016

Ada Pusaran Misterius Sebesar Amerika Serikat di Neptunus

Ada Pusaran Misterius Sebesar Amerika Serikat di NeptunusObservasi pusaran gelap di atmosfer Neptunus oleh teleskop Hubble. (Dok. hubblesite.org)
JakartaCNN Indonesia -- Teleskop antariksa Hubble milik NASA untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi spot atau area gelap di wilayah udara Neptunus. Ukurannya pun tidak biasa, yakni setara dengan antero Amerika Serikat.

Para ahli astronomi akhirnya meneliti lebih lanjut soal spot itu. Mereka berkata itu merupakan pusaran gelap yang berada di atmosfer Neptunus. Besar pusaran itu disamakan dengan luas negara Amerika Serikat.

Sejauh ini para ahli menduga pusaran gelap itu sebagai sistem tekanan tinggi yang biasanya disertai dengan "awan pengikut" berwarna terang.

Hubble pertama kali menangkap fenomena pusaran misterius itu pada 16 Mei kemarin, lalu tim NASA baru mengumumkannya ke publik beberapa hari lalu.

Awan yang bentuknya menyerupai panekuk itu terbentuk ketika aliran udara dialihkan ke arah atas pusaran itu, yang menyebabkan muatan gas cenderung membeku menjadi kristal es metana.

"Pesisir pusaran gelap di atmosfer Neptunus ukurannya besar, bentuknya menyerupai pegunungan gas," terang pimpinan penelitian Mike Wong dari University of California, Berkeley.

Ia melanjutkan, "awan pengikutnya pun mirip dengan awan orografis yang sering muncul dalam bentuk panekuk yang menghiasi di atas puncak gunung di planet Bumi."

Pusaran gelap Neptunus biasanya hanya bisa terlihat dengan panjang gelombang warna biru, dan hanya Hubble yang diklaim memiliki resolusi tinggi agar bisa mendeteksinya dari jarak jauh.

Tim astronom berharap bisa meneliti lebih dalam lagi mengenai asal-usul pusaran gelap. Mereka akan meneliti mengenai aliran dan pergerakannya, serta tentang cara interaksinya dengan lingkungan sekitar.

Para ahli menganggap, pusaran gelap Neptunus nantinya bisa memberi petunjuk mengenai perbandingan dengan sistem cuaca tekanan tinggi di Jupiter.

Refrensi :


http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160627133627-199-141242/ada-pusaran-misterius-sebesar-amerika-serikat-di-neptunus/

Google Ungkap Jumlah Serangan Siber yang Dibiayai Negara


Google Ungkap Jumlah Serangan Siber yang Dibiayai NegaraSuasana kantor Google Indonesia di kawasan Senayan, Jakarta. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
JakartaCNN Indonesia -- Seorang eksekutif senior Alphabet mengatakan sebanyak 4.000 pengguna Google setiap bulannya mengalami serangan siber yang disponsori oleh pemerintah suatu negara.

Wakil Presiden Senior Google Diane Greene, mengatakan angka tersebut dalam konferensi teknologi majalah Fortune di Aspen, Colorado, Senin (11/7). Dalam konferensi ini ia menggembar-gemborkan kehebatan keamanan Google yang menjamin data pengguna.

Google mengelola sejumlah layanan yang punya basis pengguna besar, seperti sistem operasi ponsel pintar Android dan layanan email Gmail, yang berpotensi jadi target mata-mata pemerintah.

Google sendiri selama ini berupaya membongkar aksi serangan siber atau mata-mata yang dibiayai pemerintah, yang juga dilakukan oleh perusahaan teknologi besar macam Microsoft dan Apple.

Pada 2012 silam, Google mengatakan dalam beberapa bulan, sekitar puluhan ribu akun email pengguna diakses oleh pihak atau peretas yang disponsori negara.

Sementara perusahaan seperti Microsoft, memilih untuk memeringati pengguna layanan email Outlook yang kemungkinan mengalami serangan siber yang dibiayai pemerintah.

Refrensi :


http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160712085905-185-144228/google-ungkap-jumlah-serangan-siber-yang-dibiayai-negara/

Microsoft Resmi Tutup Divisi Pembuat Ponsel


Microsoft Resmi Tutup Divisi Pembuat PonselMicrosoft resmi menutup unit usaha telepon pintar asal Finlandia, Nokia Windows, dan diperkirakan berakibat pada pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan 1.350 tenaga kerjanya. (Sean Gallup/Getty Images).
JakartaCNN Indonesia -- Microsoft resmi menutup unit usaha ponsel yang dibeli dari Nokia asal Finlandia, dan diperkirakan berakibat pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.350 tenaga kerjanya.

Seperti dilansir Reuters, Microsoft mengkonfirmasi kabar tersebut pada Senin (11/7), setelah ramai diberitakan pertama kali pada Mei lalu. Aksi ini merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk mem-PHK total 1.850 tenaga kerja divisi ponsel pintar.

Microsoft mengambil langkah tersebut setelah bisnisnya lesu. Pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan hanya mampu menjual 15 juta ponsel fitur hasil kerja sama dengan unit yang sebelumnya adalah Nokia Devices and Services.

Microsoft selanjutnya menjual lisensi nama Nokia kepada anak usaha perusahaan manufaktur produk elektronik Foxconn asal Taiwan.
Menurut ketentuan kesepakatan akuisisi Nokia Devices and Services yang dibuat tahun 2014 silam, Microsoft memiliki hak menggunakan nama Nokia untuk ponsel pintarnya sampai dengan tahun 2024 mendatang.
Microsoft sebelumnya telah menjual unit bisnis ponsel fiturnya ke FIH Mobile yang tak lain adalah anak perusahaan Foxconn (Hon Hai Precision Industry) di Vietnam, sebesar US$350 juta atau sekitar Rp 4,6 triliun.

Dalam kesepatan ini, FIH Mobile juga mengakusisi fasilitas manufaktur Microsoft Mobile Vietnam yang berada di Hanoi.

Microsoft saat ini mampu mengeruk keuntungan dari lisensi paten Android dibandingkan menjual ponsel berbasis Windows. Lebih lanjut kabar beredar, setelah menutup divisi ponsel pintar, bagian yang tersisa dari Microsoft Mobile (yang memproduksi perangkat Lumia) akan digabungkan dengan divisi Surface.

Refrensi : 


http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160712024540-185-144208/microsoft-resmi-tutup-divisi-pembuat-ponsel/

Dampak Psikologis di Balik Tayangan Vlog

Dampak Psikologis di Balik Tayangan Vlogilustrasi Vblog (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami)
JakartaCNN Indonesia -- Beberapa tahun terakhir, fenomena video blog atau vlog semakin menjamur di masyarakat. Beberapa wajah vlogger pun menjamah layar kaca yang semula hanya dikenal kalangan youtube atau pun blog.

Fenomena munculnya vlogger kemudian menular ke banyak anak muda di Indonesia hingga beramai-ramai membuat berbagai video menarik. Namun menurut dosen psikologi Universitas Atma Jaya, Vierra Della, berbagai video blog tersebut menyimpan kenyataan yang bertolak belakang.

"Orang saat ini butuh sandaran untuk berbagi namun rendah tingkat kepercayaan pada seseorang, sehingga tidak memilih komunikasi secara langsung. Cuma masalahnya, mereka 'curhat' namun kemudian disebarkan," kata Vierra, saat berbincang denganCNNIndonesia.com.

"Kan lucu, hal pribadi yang biasanya hanya dibagi kepada orang yang dipercaya, kemudian oleh orang yang minim percaya kepada orang lain lebih memilih percaya pada publik. Ini aneh," lanjutnya.

Vierra menjelaskan pada setiap orang memiliki keinginan untuk diperhatikan, mencari kenyamanan, serta keamanan dalam sebuah hubungan antarmanusia yang dibuktikan berupa kepercayaan. Namun pada generasi saat ini, kepercayaan pada orang lain menurun.

Psikolog ini menduga penyebabnya adalah kontak interpersonal yang kurang terjalin secara terbuka dengan orangtua para generasi Y sebagai kebanyakan pelaku vlogger dan pengisi demografi.

Kondisi lingkungan yang semakin minim sosial, seperti perumahan yang jarang ada interaksi sosial, menjadikan mereka bergantung pada gawai untuk mencurahkan perasaan, pemikiran, atau apapun.

"Namun permasalahannya gawai dan media lainnya yang digunakan itu hanya bersifat cermin saja tanpa bisa memberikan jawaban atas masalah mereka," kata Vierra.

"Tapi banyak juga tipe yang memang fame oriented. Mereka bangga dapat pamer diri di media sosial, mereka senang mengumbar, senang kalau banyak yang melihat. Bagi mereka yang penting terkenal," lanjutnya.

Kondisi mengumbar di media sosial ini menurut Vierra dapat menjadi taraf yang lebih berbahaya ketika pengumbar sudah tak lagi memiliki batasan hingga membahas hal yang tabu di area publik.

Situasi seperti ini memungkinkan publik merespon dengan berbagai reaksi, hal yang tak bisa dihindari pengumbar sekaligus jarang diantisipasi. Respon publik yang tak siap diantisipasi akan menjadi gangguan dalam kejiwaan pengumbar.

"Berat bagi seseorang yang tidak bisa menjaga zona personalnya. Kalau mereka tidak tahan dan tidak siap akan reaksi publik yang datang, maka jangan heran mereka bisa bunuh diri,"

Sedangkan bagi penonton, menurut Vierra juga terjadi perubahan etika. Penonton di media sosial cenderung senang membuka masalah orang lain dan mendukung para pelaku untuk semakin mengumbar masalah pribadi dan membuat mereka semakin depresi.

Vierra mengatakan, dengan tidak menghiraukan umbaran masalah pribadi oleh seseorang sebenarnya melindungi kejiwaan diri sendiri dan si pengumbar.

"Sebenarnya tidak salah ingin terkenal, alangkah baiknya diberi panggung namun sehat, dalam hal ini adalah prestasi," kata Vierra. "Setiap orang punya kemampuan, nah yang seperti itu jangan ditutup, makin kurang kasih sayang makin ingin jadi artis." lanjutnya.


Refrensi :


http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160427205137-277-127093/dampak-psikologis-di-balik-tayangan-vlog/

Seluk Beluk Vlogger di Indonesia

JakartaCNN Indonesia -- Vlog atau Video Blog. Saat ini tengah menjadi tren di kalangan penonton layanan berbagi video seperti YouTube.

Tren yang mulai merebak sejak tahun 2014 lalu ini membuat orang awam hingga selebritis ramai-ramai melakukan hal yang serupa, sebut saja Raditya Dika, Ernest Prakasa, ataupun Arief Muhammad 'Poconggg'.

Google Indonesia pun mencatat, sejak dua tahun lalu, konten video yang diunggah ke Youtube naik 600 persen. Gara-gara Vlog juga memunculkan satu nama yang tengah naik daun, Laurentius Rando.

Sebenarnya apa sih Vlog itu?

Kendati selama ini vlog hanya berisi kehidupan sehari-hari, nyatanya masih ada kerancuan dalam menentukan definiis konten bernama Vlog.

Vlog juga terkadang direprestasikan sebagai blog pribadi yang dahulu dalam bentuk tulisan dan kata, kini berganti menjadi visual. Namun kebanyakan sama, menceritakan kehidupan sehari-hari si pemilik blog.

Vlog seperti halnya blog bukan tidak mungkin akan menjadi tren sesaat.  Akan ada dinamika lain yang membuat vlog di YouTube akan ditinggalkan dan digantikan oleh tren yang lain.

Lalu bagaimana sih sebetulnya membuat vlog yang menarik?



Refrensi :


http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160428102039-189-127157/seluk-beluk-vlogger-di-indonesia/

Demi Kembali ke Jupiter, NASA Gelontorkan Rp13 Triliun


Demi Kembali ke Jupiter, NASA Gelontorkan Rp13 TriliunIlustrasi pesawat nirawak Juno mengangkasa di orbit Jupiter. (Reuters)
JakartaCNN Indonesia -- Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) memang belum puas menjelajah Jupiter. Keberhasilan pesawat Juno menyambangi planet gas raksasa itu pada pekan lalu adalah pencapaian ke-enam bagi NASA.

Pesawat nirawak Juno telah mengarungi luar angkasa sejak 2011 sejauh 3 miliar kilometer dari Bumi. Menjelajah menuju Jupiter selama lima tahun, kira-kira berapa biaya yang digelontorkan NASA untuk merakit pesawat tercepat ini?

Menurut laporan portal berita ABC, NASA harus mengeluarkan dana sebesar US$1 miliar atau setara Rp13 triliun untuk perakitan pesawat Juno.

Angka tersebut memang fantastis, dan tentu saja ada harapan besar dari misi Juno tersebut. NASA berharap Juno bisa meneliti Jupiter lebih rinci lagi dan mengungkap fakta baru tentangnya.

Para ilmuwan juga berharap misi Juno bisa mengurai tentang bagaimana asal-usul terbentuknya Jupiter sejak awal. 

Lebih lanjut, biaya perakitan tersebut juga tentunya digunakan untuk merancang Juno agar bisa beroperasi seefisien mungkin. Ia dilengkapi oleh tiga panel surya di tubuhnya yang masing-masing berukuran 9 meter.

Panel surya tersebut mampu mengubah sinar Matahari menjadi sumber daya bahan bakar utamanya. Ya, Juno begitu istimewa karena ia berhasil menjelajah jauh dari Matahari, namun ia 'hidup' dari tenaga surya.

Para teknisi NASA juga berhasil membuatnya mampu menjadi wahana antariksa tercepat, yakni mencapai 257.495 kilometer per jam.

Diketahui Juno yang memiliki bobot 4 ton dengan tinggi dan diameter bodi utama 3,5 meter ini bakal fokus meneliti kutub magnet Jupiter.

Memboyong tujuh instrumen ilmiah, Juno juga akan mempelajari fenomena aurora di Jupiter, serta mempermudah para ilmuwan untuk memahami lebih dalam tentang asal-usul planet besar ini, mulai dari struktur, atmosfer, dan magnetosfer.

Sebelum Juno, NASA sudah lebih dulu meluncurkan pesawat nirawak Pioneer 10 pada 1973 silam, yang kemudian disusul oleh Pioneer 11.

Lalu pada tahun 1979 NASA 'ketagihan' mengirim pesawat antariksa ke Jupiter lagi. Maka diluncurkan Voyager 1 dan 2 yang hanya terpaut beberapa bulan saja, di mana keduanya berhasil menelusuri kandungan air di bulan Jupiter bernama Europa.

Misi terakhir Jupiter NASA adalah Galileo yang memiliki masa tugas selama 8 tahun. Juno yang bisa dibilang sebagai penerus Galileo pun diharapkan mampu memperoleh data lebih menyeluruh dibanding para pendahulunya.


Refrensi :


http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160711160401-199-144137/demi-kembali-ke-jupiter-nasa-gelontorkan-rp13-triliun/

Penerus Satelit LAPAN-A3 Belum Tentu Meluncur dari India

Penerus Satelit LAPAN-A3 Belum Tentu Meluncur dari IndiaKepala LAPAN Thomas Djamaluddin. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
JakartaCNN Indonesia -- Selama ini satelit buatan Indonesia melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) diluncurkan dari India karena belum memiliki roket peluncuran sendiri. India nyatanya bukan satu-satunya opsi 'tebengan' Indonesia.

Satelit A3 hasil kembangan LAPAN bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) yang telah berhasil mengangkasa di orbitnya pada Rabu kemarin (22/3) diluncurkan langsung dari India.

Pun begitu dengan satelit terdahulunya, LAPAN-A2 yang lepas landas dari India pada September 2015.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengaku pihaknya sedang dalam tahap pengembangan satelit penerus A3, yakni LAPAN-A4.

Meski ia belum bisa membeberkan kapan target satelit tersebut akan diluncurkan ke luar angkasa, Thomas menuturkan belum tentu ia akan menebeng badan antariksa India.

"Belum tentu pakai roket India lagi untuk satelit A4 nanti," katanya saat ditemui sejumlah awak media di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN di Rumpin, Bogor.

Ia menyambung, "China sudah menawarkan kepada kami agar kami menebeng wahana antariksanya. Namun keputusannya masih dipertimbangkan, masih kami godok. Belum tahu nanti finalnya bagaimana."

Kendati begitu, LAPAN sendiri memiliki misi mengembangkan roket peluncur sendiri agar tidak lagi menebeng negara lain. Misi ini dinamakan Roket Pengorbit Satelit (RPS).
RPS disebut-sebut siap berfungsi pada 2040, namun Thomas tidak berkomentar banyak tentang itu. Ia hanya menjelaskan bahwa LAPAN sedang dalam tahap membangun roket Sonda yang menjadi langkah awal.

Teknologi roket Sonda, menurut Thomas, akan berguna untuk penelitian atmosfer hingga kelembaban suhu.

Namun bukan hal mudah tentunya untuk bisa menguasai teknologi roket. Hal ini diakui Thomas cukup menantang, namun tetap saja bukan mustahil untuk diwujudkan.

"Teknologi roket tentunya lebih sulit daripada satelit. Apalagi seakan ada batasan dari segi penggunaan teknologinya," kisahnya.

Ia menyambung, "Jika kita membeli komponen dari luar (negeri maju), mereka sering mencurigai kita karena takut bahwa pengembangan ini untuk kepentingan persenjataan."

Selebihnya Thomas optimis terhadap misi pengembangan roket dan menyatakan roket Sonda sedang dalam tahap pengembangan dari sisi jangkauan ketinggiannya.

Sekadar diketahui, satelit A3 diluncurkan di Tanah Hindustan pada pukul 9.25 waktu setempat atau sekitar 10.55 WIB pada Rabu (22/6).

Satelit Lapan-A3 ini telah mengangkasa di orbit polar setinggi 500 kilometer. Sebagai catatan Lapan-A3 bukan satu-satunya yang menebeng roket PSLV C-34 milik India.

Roket PSLV-C34 India memboyong 20 satelit sekaligus yang ukurannya kecil. Selain Lapan-A3 dari Indonesia dan satelit Atrosat milik India, 18 lainnya berasal dari Kanada, Jerman, dan Amerika Serikat.


Refrensi :

http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160623105859-199-140340/penerus-satelit-lapan-a3-belum-tentu-meluncur-dari-india/